a
Don’t _miss

Wire Festival

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam blandit hendrerit faucibus turpis dui.

<We_can_help/>

What are you looking for?

<Good_things_happen/> Welcome to Conference

d

B20 Indonesia Sustainability 4.0 Awards

Follow us

Copyright @ Select-themes

Follow us

>General >4 Alasan Mengapa Orang Tidak Memiliki Akses Air Bersih dan Sanitasi
4 Alasan Mengapa Orang Tidak Memiliki Akses Air Bersih dan Sanitasi

4 Alasan Mengapa Orang Tidak Memiliki Akses Air Bersih dan Sanitasi

Indonesia Sustainability Diluar sana masih banyak orang yang hidup tanpa akses air bersih dan sanitasi yang tidak memadai sehingga menyebabkan munculnya penyakit dan kematian. Meskipun langkah besar telah dibuat, kurangnya akses air bersih dan sanitasi memperlambat kemajuan. Jika kita menyediakan peralatan dan pendidikan yang terjangkau dalam praktik kebersihan, serta memahami denah sanitasi air bersih dan air kotor kita dapat menghentikan penderitaan dan menekan tingkat kematian yang disebabkan oleh hal tersebut. 

Mengenal Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 6 

Tujuan keenam dari pembangunan berkelanjutan adalah untuk memastikan ketersediaan akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua. Lebih khusus lagi, 8 target harus dicapai pada tahun 2030:

  • Menggapai akses universal serta merata ke air minum yang layak dan terjangkau untuk semua.
  • Mencapai akses ke sanitasi dan kebersihan yang memadai dan adil untuk semua dan mengakhiri kebiasaan buang air besar sembarangan, memberikan perhatian khusus pada kebutuhan perempuan dan anak perempuan dan mereka yang berada dalam situasi rentan.
  • Meningkatkan kualitas air dengan menekan tingkat polusi, meniadakan pembuangan, dan meminimalkan pelepasan material kimia serta bahan berbahaya, mengurangi separuh proporsi air limbah yang tidak diolah dan secara substansial meningkatkan konsep daur ulang dan penggunaan kembali yang aman secara global.
  • Secara substansial mengembangkan efisiensi konsumsi air di semua sektor serta memastikan pasokan air tawar yang berkelanjutan guna mengatasi kelangkaan air dan mengurangi jumlah orang yang mengalami kelangkaan air.
  • Melaksanakan pengelolaan sumber daya air terpadu di semua tingkatan, termasuk melalui kerjasama lintas batas sebagaimana mestinya.
  • Melindungi dan memulihkan ekosistem yang berhubungan dengan air, termasuk gunung, hutan, lahan basah, sungai, akuifer, dan danau.
  • Memperluas kerja sama internasional dan dukungan pengembangan kapasitas ke negara-negara berkembang dalam kegiatan dan program terkait air dan sanitasi, termasuk teknologi pemanenan air, desalinasi, efisiensi air, pengolahan air limbah, daur ulang, dan penggunaan kembali.
  • Mensupport dan memperkuat kontribusi masyarakat lokal untuk meningkatkan pengelolaan akses air bersih dan sanitasi.

Meningkatkan akses air bersih dan sanitasi di Indonesia

Berdasarkan data yang dilansir dari World Health Organization (WHO), penyediaan air minum dan sanitasi yang aman menentukan kualitas hidup masyarakat. Sedangkan, saat ini, sekitar dua juta orang di dunia tidak memiliki akses yang layak terhadap air minum yang aman dan lebih dari tiga juta orang tidak memiliki akses terhadap sanitasi yang aman dan tidak menggunakan denah sanitasi air bersih dan air kotor.

Hal ini sangat disayangkan mengingat kedua kebutuhan pokok tersebut mampu menurunkan indeks penyakit sebesar 0,39 persen. Tanpa akses air bersih dan sanitasi yang aman, serta minimnya pengetahuan tentang denah sanitasi air bersih dan air kotor , anak-anak menjadi rentan terhadap stunting. Akses air bersih dan sanitasi yang aman juga menjadi persyaratan penting untuk memastikan transisi menuju ekonomi hijau dan ramah lingkungan sehingga kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat dapat terus meningkat.

Untuk itu, memastikan denah sanitasi air bersih dan air kotor yang tepat serta akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan untuk semua merupakan salah satu tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang harus dicapai pada tahun 2030. Oleh karena itu, setiap negara harus membuat denah sanitasi air bersih dan air kotor serta rencana kerja yang jelas dengan indikator yang terukur dan mengimplementasikannya melalui pendekatan yang holistik dan terintegrasi.

Indonesia terus mendorong percepatan dan perluasan akses air bersih dan sanitasi yang aman melalui berbagai program. Memperluas akses ke air bersih dan sanitasi yang aman dengan denah sanitasi air bersih dan air kotor yang tepat adalah salah satu kunci untuk mengurangi kemiskinan. Selain itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengurangi kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2024.

Program-program untuk menciptakan akses air bersih dan sanitasi yang aman tersebut fokus pada area yang luas dan penguatan kapasitas masyarakat. Meskipun Indonesia telah membuat kemajuan yang signifikan dalam meningkatkan sanitasi dasar, kurang dari 8 persen rumah tangga memiliki toilet yang terhubung ke septic tank tertutup dan menerima layanan penyedotan setidaknya sekali dalam lima tahun terakhir.

Denah sanitasi air bersih dan air kotor yang tidak tepat menyebabkan pengelolaan feses yang buruk sehingga merembes ke lingkungan sekitar dan sumber air terdekat. Rendahnya kesadaran masyarakat akan risiko kesehatan masyarakat dari pengelolaan tangki septik yang tidak memadai serta permintaan rumah tangga yang tidak mencukupi untuk layanan penyedotan tinja adalah salah satu tantangan utama untuk meningkatkan akses ke sanitasi yang aman.

Dengan banyak keluarga yang tidak memahami denah sanitasi air bersih dan air kotor serta kebutuhan untuk menghubungkan toilet ke sistem saluran air limbah perpipaan atau tangki septik tertutup yang dikosongkan secara berkala. Pemerintah Indonesia saat ini sedang mengembangkan peta jalan nasional untuk mempercepat akses sanitasi yang dikelola dengan aman, dengan dukungan dari UNICEF dan mitra lainnya.

Sanitasi dan denah sanitasi air bersih dan air kotor yang dikelola dengan buruk dapat melemahkan sistem kekebalan anak-anak dan menyebabkan kerusakan permanen, atau bahkan kematian. Melalui inisiatif ini, diharapkan lebih banyak lagi masyarakat di seluruh tanah air akan mengambil peran yang lebih besar dalam mengelola sanitasi rumah tangga mereka untuk meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan anak-anak dan keluarga mereka, katanya.

4 Alasan Mengapa Orang Tidak Memiliki Akses Air Bersih dan Sanitasi

1.) Kurangnya infrastruktur dan manajemen pelayanan yang buruk

Berbagai upaya telah dilakukan untuk menjangkau lebih banyak orang dengan lebih banyak air. Namun pemerintah perlu berbuat lebih banyak dalam memastikan pasokan air berkelanjutan dan berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur dengan denah sanitasi air bersih dan air kotor yang tepat.

2.) Kemiskinan dan ketidaksetaraan

Akses air bersih dan sanitasi serta kebersihan adalah hak asasi manusia yang mendasar, namun beberapa orang masih tidak dapat mengakses layanan ini karena etnis, jenis kelamin, status sosial, kecacatan, atau ketidakmampuan mereka untuk membayar biaya yang tinggi.

3.) Perubahan iklim

Perubahan iklim dan peningkatan cuaca yang tidak terduga dan ekstrim merupakan tantangan yang berkembang saat ini. Kekeringan yang berkepanjangan mempengaruhi persediaan air bersih sedangkan banjir dapat mencemari sumber air bersih dan menyebabkan wabah penyakit.

4.) Peningkatan populasi

Populasi dunia diperkirakan akan terus bertambah setiap tahunnya. Hal ini akan menciptakan permintaan akan sumber daya air yang tinggi dan membebani sumber air yang sudah langka dan rapuh.

Dampak kurangnya Akses Air Bersih dan Sanitasi

1.) Mata Pencaharian

Masyarakat pedesaan yang mengandalkan pertanian untuk mata pencaharian mereka adalah yang paling rentan terhadap perubahan iklim dan kekurangan air. Peningkatan suhu, perubahan musim, dan musim kering yang berkepanjangan mempengaruhi tanaman dan ternak dan oleh karena itu kemampuan seseorang untuk mencari nafkah. menjadi terkena dampaknya.

2.) Kesehatan

Karena efek dari perubahan iklim dan peningkatan suhu meningkat, begitu pula prevalensi penyakit yang ditularkan melalui air seperti kolera dan trakoma. Organisasi Kesehatan Dunia juga memperingatkan bahwa insiden penyakit yang dibawa nyamuk seperti malaria dan demam berdarah juga akan meningkat. Dampak lain dari akses air bersih dan sanitasi yang tidak aman dan buruk adalah kekurangan gizi. 

Wujudkan Sustainability Development Goals 6 bersama Indonesia Sustainability dengan mengikuti program penghargaan untuk perusahaan dan UKM yang berkontribusi dalam menjamin ketersediaan dan pengelolaan air bersih dan sanitasi air. Kunjungi websitenya sekarang juga di https://indonesiasustainability.com/